CINTA DAN BENCI
Prolog :
Hujan deras telah
membasahi dataran tinggi Sanctuary.
Seorang pemuda berambut biru ikal sedang berdiri di depan sebuah
makam.
Rambut biru ikalnya yang basah oleh air hujan, tidak menjadikan alasan
untuknya berteduh sejenak di bawah pohon.
Bola mata sendunya menatap batu nisan yang ada di depannya, fikirannya
pun melayang entah ke mana.
Ia hanya mengingat kejadian beberapa hari lalu yang terekam di fikirannya.
000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
Bagaimana
cara membuat mu bahagia ....
Nyaris ku
menyerah jalani semua ....
Pagi hari
di kuil Scorpio, suara isak tangis terdengar dari dalam kuil tersebut.
Disebuah
ruangan yang remang – remang, seorang pemuda berambut biru ikal sedang terduduk
lemas sambil memeluk kedua lututnya, ia membenamkan wajahnya dikedua tangannya.
Bulir –
bulir air matanya jatuh dari ke-dua bola
mata emerald miliknya, membuat pakaian yang ia kenakan menjadi basah.
Tlah
berbagai kata ku ungkap percuma ....
Agar kau
percaya cinta ku berharga ....
“ Kenapa
Camus ... kenapa ... ” Isaknya sembari meremas kertas yang ia genggam.
Tak kuat
ku menahan mu, mempertahankan cinta ku ....
Namun kau
begitu saja, tak pernah merindu ....
“ Kenapa
kau berbohong pada ku Camus, KENAPA ... ” Teriaknya sembari melempar kertas
yang ia remas tadi.
Sungguh
aku tak bisa, sampai kapan pun tak bisa ....
Membenci
diri mu, sesungguhnya aku tak mampu ....
“ Padahal
aku mempercayai mu ” Ujarnya lirih sambil mempererat dekapan pada kedua lututnya.
Tanpa di
sadari oleh pemuda itu, seorang pemuda berambut hijau ikal sedang berdiri di
ambang pintu masuk kuil scorpio.
“ Milo
... ” Panggil pemuda tersebut, sembari melangkah kan kakinya masuk ke dalam
kuil scorpio.
“ Ka-Kanon,
ngapain kamu ke sini ” Ucap pemuda bernama Milo tersebut sembari berusaha
menghapus air matanya yang mengalir di kedua pipi-nya.
“ Kamu
nangis ya .. ? ” Tanya pemuda bernama Kanon tersebut sembari duduk di
sebelahnya.
“
Ng-nggak kok ... ngapain aku nangis, buang – buang air mata aja ” Ucap Milo
sembari berusaha tersenyum, menyembunyikan semua perasaan sedih yang ia miliki.
“ Maaf ...
” Ucap Kanon lirih.
“ Eh, apa
maksud mu .. Kanon ? ” Tanya Milo tidak mengerti tentang apa yang baru
diucapkan pemuda di sebelahnya barusan.
“ Maaf ...
gara – gara aku, kamu jadi tidak bisa bertemu dengan Camus lagi ” Lanjutnya
sembari menengadah menatap langit – langit kuil scorpio, menerawang entah
kemana.
“ JANGAN
BERFIKIRAN BEGITU KANON, LAGI PULA INI BUKAN KESALAHAN MU JUGA KAN ... KAMU
JANGAN MENYALAHKAN DIRI MU SENDIRI, BAKA (bodoh) ” Teriak Milo frustasi ,tanpa
ia sadari air matanya mengalir lagi.
Sulit
untuk ku bisa, sangat sulit untuk ku bisa....
Memisahkan
segala cinta dan benci yang ku rasa....
“ Milo, sekali
lagi aku minta maaf ” Ujarnya sembari melangkahkan kakinya keluar menuju pintu
belakang kuil Scorpio.
“ Maaf ...
kalau sebenarnya aku juga menyukai mu, Milo ” Ucapnya lirih di ambang pintu
kuil Scorpio, namun tidak dapat di dengar oleh Milo.
Kapan kau
mengerti, ku sedih sendiri....
Tanpa ada
kamu, ku merasa sepi....
Pemuda
bernama Milo itu melangkah kan kakinya menuju ke arah kuil Leo, menuju ke
tempat sahabatnya berada.
Raut
wajahnya yang datar dan bola mata emerald-nya yang kosong, membuat ia tampak
seperti raga tanpa jiwa.
“ Kenapa
aku tidak bisa melupakan kejadian itu ” Gumannya sembari menengadah menatap
langit biru yang berada di atasnya.
‘
Camus.... ’ Batin Milo,tanpa sadar ia melangkahkan kakinya menuju kuil leo.
Tlah lama
ku menanti mu, diam sendiri menunggu....
Setengah
hati mencinta, ku sakit karna mu....
...FLASHBACK ON...
..Aquarius
Temple..
“ CAMUS ...
” Teriak sebuah suara dari arah pintu masuk kuil aquarius dan membuat si
empunya menoleh.
“ Milo ,apa
yang kamu la-... ” Belum selesai pemuda bernama Camus itu melanjutkan kata –
katanya, Milo sudah memeluknya dengan erat.
“ Camus, kamu
udah pulang ya ? .. kok nggak beri tahu aku sih, apa jangan – jangan kamu mau
buat kejutan untuk aku ya ? .. kamu kapan pulangnya ? .. kok cepet banget, terus
di sana ada berita apa aja ? ” Celoteh Milo tanpa jeda, membuat Camus
kebingungan untuk menjawab.
“ M-Milo,
kamu kalau ngomong satu – satu dong ” Ucap Camus gelagapan.
“ Hehehe ..
gomen deh Camus, soalnya aku kangen banget sama kamu ” Jawab Milo sambil
menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan sukses membuat wajah Camus memerah.
‘ Sebenarnya
aku juga kangen sama kamu, Milo ’ Batin Camus dalam hati.
“ Nee
Camus, kenapa kamu diam aja .. kamu sakit ya ... ? ” Tanya Milo sembari
memegang dahi Camus.
“ Nggak
panas kok .. ” Lanjutnya sembari menatap Camus dengan pandangan heran.
“ Milo, sebenarnya
aku ... ” Ucap Camus, namun terpotong oleh Milo.
“ Ada apa
Camus ... ? ” Tanya Milo penasaran.
“ Gomen
Milo, sebenarnya aku tidak bisa bersama mu lagi ” Ucap Camus sembari
menggenggam ke-2 tangan Milo.
Sungguh
aku tak bisa, sampai kapan pun tak bisa....
Membenci
diri mu, sesungguhnya aku tak mampu....
“ Eh .. apa
maksud mu, Camus ” Tanya Milo terkejut, lantaran ia tidak mengerti akan jalan
fikiran yang di miliki oleh sahabatnya yang satu ini.
“ Maaf, selama
ini aku telah berbohong pada mu Milo .. ” Ucap Camus sembari menundukkan
kepalanya, air mata mulai mengalir di ke-2 pipinya.
“ C-Camus
... ” Ucap Milo bingung, entah apa yang harus ia lakukan agar sahabatnya tidak
menangis lagi.
“ Maaf, selama
ini aku telah menghianati mu .. ” Lanjutnya sembari memeluk Milo erat, seakan
tak ingin melepaskan pemuda yang berada di hadapannya itu lagi.
“
Sudahlah, hal seperti itu jangan difikirkan terus .. lagi pula aku sudah
memaafkan mu kok ” Balas Milo sembari melepaskan pelukan Camus dan memberikan
cengiran khas-nya.
“ Aishiteru
(aku mencintai mu), Milo .. ” Ucap Camus sembari mengecup bibir Milo singkat.
...END FLASHBACK ON...
“ Oi ..
Milo, tumben kamu mampir ke kuil ku ” Sapa pemuda berambut coklat ikal sembari
menghampiri Milo.
“ .... ” Namun
tidak ada jawaban dari Milo.
“ Milo ...
” Panggil pemuda itu lagi sembari menyentuh bahu sang saint scorpio tersebut.
Tiba –
tiba saja bahu Milo bergetar, dan suara isak tangis mulai terdengar.
“ Hiks ...
hiks ... Lia, kenapa hal ini harus terjadi padaku .. ” Sebuah pertanyaan
meluncur dari bibir Milo.
Ragu, itu
yang di fikirkan oleh pemuda bernama Aiolia tersebut saat mendekap pemuda yang berada
di hadapannya.
“
Sudahlah, hal seperti itu tidah usah di fikirkan lagi ” Ucapnya sembari
membelai helaian rambut biru ikal Milo.
“ T-tapi ..
” Ucap Milo terpotong.
“ Hey .. kamu
tidak mau membuat Camus di sana sedih kan, Milo ? ” Tanya Aiolia sembari melepaskan
dekapannya.
Pemuda di
hadapannya itu hanya mengangguk kecil.
“ Bagus
lah .. kalau begitu jangan menangis lagi ya, tidak enak tahu kalau melihat
seorang Scorpio Milo menangis seperti ini ” Hibur Aiolia sembari menghapus air
mata yang mengalir di kedua pipi Milo.
“ Benar
kah ? ” Tanya Milo lirih.
“ Ya,
tentu .. ” Jawab Aiolia singkat, sebuah senyuman hangat terlukis di bibirnya.
Tanpa
sadar Aiolia memajukan wajahnya mendekati wajah Milo, membuat wajah pemuda
berambut biru ikal di hadapannya itu
memerah.
“ Uhuk ..
” Tiba – tiba saja sebuah suara menghentikan kegiatan mereka.
“ Sepertinya
aku mengganggu .. ” Ucap pemuda berambut pirang panjang itu sembari berjalan
mendekat ke arah mereka ber-2.
“ S-Shaka
.. ” Buru – buru mereka ber-2 menjauhkan wajah mereka satu sama lain.
Sulit
untuk ku bisa, sangat sulit ku tak bisa....
Memisahkan
segala, cinta dan benci yang ku rasa....
“
Ng-ngapain kamu ke sini ? ” Tanya Aiolia gelagapan, semburat merah menghiasi
kedua pipinya.
“
Memangnya tidak boleh .. ?
Lagi pula
saya hanya numpang lewat saja kok ” Kata Shaka dengan wajah datar.
“ Oww ...
” Ucap Aiolia singkat.
“ Ngomong
– ngomong Milo, tadi kamu di cari Kanon ” Tutur Shaka dan sukses membuat raut
wajah Milo kembali suram.
“ Kanon ..
” Ucap Milo lirih.
“
Memangnya ada perlu apa Kanon sampai mencari Milo, Shaka ? ” Tanya Aiolia
bingung, lantaran ia tidak mengerti jalan fikiran sahabatnya yang satu ini.
“ Entah
lah, tadi ia hanya bilang itu saja pada saya ” Jawab Shaka singkat.
“ Ya
sudah, saya kembali dulu ke kuil saya ... kalau ada berita penting, tolong
kabari saya ya ” Ucap Shaka sembari melangkah kan kakinya keluar dari kuil Leo.
Sulit
untuk ku bisa, sangat sulit ku tak bisa....
Memisahkan
segala, cinta dan benci yang ku rasa....
“ Milo ..
” Ucap Kanon lirih.
Hati-nya
selalu sakit apabila melihat Milo selalu berduaan dengan Camus.
Apa lagi
ketika ia mendengar kabar bahwa Camus telah menyatakan perasaannya kepada Milo,
dan menjadi sepasang kekasih.
Hati-nya
terasa hancur berkeping – keping ketika mendengar berita itu dari para gold
saint yang lain.
Entah hal
apa yang harus ia lakukan untuk bisa melupakan pemuda berambut biru ikal itu.
Mungkin
kah ia harus mengubur perasaannya ini dalam – dalam dan membiar kan orang yang
dicintainya menjalin kasih dengan orang lain selain dirinya ..?
Entah
lah, ia sendiri juga tidak tahu akan pilihan tersebut.
Namun
dari hati kecilnya, ia benar – benar menolak pilihan itu.
Seakan ia
tidak rela melepaskan pemuda berambut biru ikal tersebut.
Apakah
salah jika ia memendam perasaannya ini sendirian ?
“ Kanon
.. ” Sebuah suara sukses membuyar kan lamunan Kanon.
“ M –
Milo .. ” Ucap Kanon tidak percaya,
lantaran pemuda yang selama ini di cintainya telah berada di hadapannya
sekarang.
Sungguh
aku tak bisa, sampai kapan pun tak bisa....
Membenci
diri mu, sesungguhnya aku tak mampu....
“ Kenapa
kau kesini ? ” Tanya Kanon singkat.
“ Maaf, tadi aku telah membentak mu ” Ucap
Milo sembari menundukkan kepalanya, menyembunyikan ke-dua iris emerald yang ia
miliki.
“ Sudah
lah, tidak usah difikirkan lagi .. lagi pula itu bukan sepenuhnya salah mu kok
” Balas Kanon, berusaha tersenyum pada pemuda yang berada dihadapannya.
“ Boleh
aku duduk disebelah mu, Kanon ? ” Ucap Milo sedikit canggung.
“ Tentu
... ”Balas Kanon sembari menggeser posisi duduknya, mempersilahkan pemuda
berambut biru ikal itu untuk duduk disebelahnya.
Hening
untuk beberapa saat.
Sampai
....
“ Jadi ..
hal apa yang ingin kau bicarakan padaku, Milo ? ” Tanya Kanon tanpa basa – basi.
“ Kanon,
sejujurnya aku menyukaimu .. tapi aku terlalu takut untuk mengungkap perasaan
ini kepada mu, aku takut kalau perasaanku ini hanya bertebuk sebelah tangan ..
apakah kau juga memiliki perasaan yang sama sepertiku, Kanon ? ” Ucap Milo masih
dengan wajah tertunduk, ia tidak berani melihat ekspresi Kanon ketika ia
mengatakan hal ini.
Sedikit
kaget memang untuk Kanon mendengar perkataan yang dilontarkan Milo barusan.
Namun
sedetik kemudian hal itu sukses membuat pemuda berambut hijau ikal tersenyum
hangat.
Ditatapnya
wajah pemuda disebelahnya dengan lembut.
“ Ya ”
Balas Kanon sembari menggenggam kedua tangan pemuda berambut biru ikal
tersebut.
“ Aku juga menyukai mu, Milo. Aishiteru ”
Lanjut Kanon sembari mendekap pemuda berambut biru yang berada dihadapannya.
“ Kanon ..
” Ucap Milo lirih sembari mempererat pelukannya, seakan hal itu sudah cukup
untuk mengisi kekosongan yang ada di dalam hatinya.
Sungguh
aku tak bisa, sampai kapan pun tak bisa....
Memisahkan
segala, cinta dan benci yang ku rasa....
‘ Camus, maaf kan aku.. ’
‘ Mungkin aku bukan yang terbaik untuk mu ’
‘ Tapi apa daya, aku tak sanggup lagi menjaga perasaain ini sendirian
’
‘ Di sini, tanpa kehadiran mu ’
‘ Namun, kau akan tetap menjadi sahabat terbaik ku, keluarga ku dan
juga cinta sejati ku. ’
‘ Selama-nya, hingga akhir waktu ’
‘ Selamat jalan Camus, Ami Jet’aime* ’
000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
( *Ami Jet’aime = aku menyayangimu ).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar