Kamis, 09 Januari 2014

The First - Fanfiction

CINTA DAN BENCI



Prolog :
      Hujan deras telah membasahi dataran tinggi Sanctuary.
Seorang pemuda berambut biru ikal sedang berdiri di depan sebuah makam.
Rambut biru ikalnya yang basah oleh air hujan, tidak menjadikan alasan untuknya berteduh sejenak di bawah pohon.
Bola mata sendunya menatap batu nisan yang ada di depannya, fikirannya pun melayang entah ke mana.
Ia hanya mengingat kejadian beberapa hari lalu yang terekam di fikirannya.

000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000

Bagaimana cara membuat mu bahagia ....
Nyaris ku menyerah jalani semua ....

Pagi hari di kuil Scorpio, suara isak tangis terdengar dari dalam kuil tersebut.
Disebuah ruangan yang remang – remang, seorang pemuda berambut biru ikal sedang terduduk lemas sambil memeluk kedua lututnya, ia membenamkan wajahnya dikedua tangannya.
Bulir – bulir air matanya  jatuh dari ke-dua bola mata emerald miliknya, membuat pakaian yang ia kenakan menjadi basah.

Tlah berbagai kata ku ungkap percuma ....
Agar kau percaya cinta ku berharga ....

“ Kenapa Camus ... kenapa ... ” Isaknya sembari meremas kertas yang ia genggam.

Tak kuat ku menahan mu, mempertahankan cinta ku ....
Namun kau begitu saja, tak pernah merindu ....

“ Kenapa kau berbohong pada ku Camus, KENAPA ... ” Teriaknya sembari melempar kertas yang ia remas tadi.

Sungguh aku tak bisa, sampai kapan pun tak bisa ....
Membenci diri mu, sesungguhnya aku tak mampu ....

“ Padahal aku mempercayai mu ” Ujarnya lirih sambil mempererat dekapan pada kedua lututnya.
Tanpa di sadari oleh pemuda itu, seorang pemuda berambut hijau ikal sedang berdiri di ambang pintu masuk kuil scorpio.
“ Milo ... ” Panggil pemuda tersebut, sembari melangkah kan kakinya masuk ke dalam kuil scorpio.
“ Ka-Kanon, ngapain kamu ke sini ” Ucap pemuda bernama Milo tersebut sembari berusaha menghapus air matanya yang mengalir di kedua pipi-nya.
“ Kamu nangis ya .. ? ” Tanya pemuda bernama Kanon tersebut sembari duduk di sebelahnya.
“ Ng-nggak kok ... ngapain aku nangis, buang – buang air mata aja ” Ucap Milo sembari berusaha tersenyum, menyembunyikan semua perasaan sedih yang ia miliki.
“ Maaf ... ” Ucap Kanon lirih.
“ Eh, apa maksud mu .. Kanon ? ” Tanya Milo tidak mengerti tentang apa yang baru diucapkan pemuda di sebelahnya barusan.
“ Maaf ... gara – gara aku, kamu jadi tidak bisa bertemu dengan Camus lagi ” Lanjutnya sembari menengadah menatap langit – langit kuil scorpio, menerawang entah kemana.
“ JANGAN BERFIKIRAN BEGITU KANON, LAGI PULA INI BUKAN KESALAHAN MU JUGA KAN ... KAMU JANGAN MENYALAHKAN DIRI MU SENDIRI, BAKA (bodoh) ” Teriak Milo frustasi ,tanpa ia sadari air matanya mengalir lagi.

Sulit untuk ku bisa, sangat sulit untuk ku bisa....
Memisahkan segala cinta dan benci yang ku rasa....

“ Milo, sekali lagi aku minta maaf ” Ujarnya sembari melangkahkan kakinya keluar menuju pintu belakang kuil Scorpio.
“ Maaf ... kalau sebenarnya aku juga menyukai mu, Milo ” Ucapnya lirih di ambang pintu kuil Scorpio, namun tidak dapat di dengar oleh Milo.

Kapan kau mengerti, ku sedih sendiri....
Tanpa ada kamu, ku merasa sepi....

Pemuda bernama Milo itu melangkah kan kakinya menuju ke arah kuil Leo, menuju ke tempat sahabatnya berada.
Raut wajahnya yang datar dan bola mata emerald-nya yang kosong, membuat ia tampak seperti raga tanpa jiwa.
“ Kenapa aku tidak bisa melupakan kejadian itu ” Gumannya sembari menengadah menatap langit biru yang berada di atasnya.
‘ Camus.... ’ Batin Milo,tanpa sadar ia melangkahkan kakinya menuju kuil leo.

Tlah lama ku menanti mu, diam sendiri menunggu....
Setengah hati mencinta, ku sakit karna mu....

...FLASHBACK ON...

..Aquarius Temple..

“ CAMUS ... ” Teriak sebuah suara dari arah pintu masuk kuil aquarius dan membuat si empunya menoleh.
“ Milo ,apa yang kamu la-... ” Belum selesai pemuda bernama Camus itu melanjutkan kata – katanya, Milo sudah memeluknya dengan erat.
“ Camus, kamu udah pulang ya ? .. kok nggak beri tahu aku sih, apa jangan – jangan kamu mau buat kejutan untuk aku ya ? .. kamu kapan pulangnya ? .. kok cepet banget, terus di sana ada berita apa aja ? ” Celoteh Milo tanpa jeda, membuat Camus kebingungan untuk menjawab.
“ M-Milo, kamu kalau ngomong satu – satu dong ” Ucap Camus gelagapan.
“ Hehehe .. gomen deh Camus, soalnya aku kangen banget sama kamu ” Jawab Milo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan sukses membuat wajah Camus memerah.
‘ Sebenarnya aku juga kangen sama kamu, Milo ’ Batin Camus dalam hati.
“ Nee Camus, kenapa kamu diam aja .. kamu sakit ya ... ? ” Tanya Milo sembari memegang dahi Camus.
“ Nggak panas kok .. ” Lanjutnya sembari menatap Camus dengan pandangan heran.
“ Milo, sebenarnya aku ... ” Ucap Camus, namun terpotong oleh Milo.
“ Ada apa Camus ... ? ” Tanya Milo penasaran.
“ Gomen Milo, sebenarnya aku tidak bisa bersama mu lagi ” Ucap Camus sembari menggenggam ke-2 tangan Milo.

Sungguh aku tak bisa, sampai kapan pun tak bisa....
Membenci diri mu, sesungguhnya aku tak mampu....

“ Eh .. apa maksud mu, Camus ” Tanya Milo terkejut, lantaran ia tidak mengerti akan jalan fikiran yang di miliki oleh sahabatnya yang satu ini.
“ Maaf, selama ini aku telah berbohong pada mu Milo .. ” Ucap Camus sembari menundukkan kepalanya, air mata mulai mengalir di ke-2 pipinya.
“ C-Camus ... ” Ucap Milo bingung, entah apa yang harus ia lakukan agar sahabatnya tidak menangis lagi.
“ Maaf, selama ini aku telah menghianati mu .. ” Lanjutnya sembari memeluk Milo erat, seakan tak ingin melepaskan pemuda yang berada di hadapannya itu lagi.
“ Sudahlah, hal seperti itu jangan difikirkan terus .. lagi pula aku sudah memaafkan mu kok ” Balas Milo sembari melepaskan pelukan Camus dan memberikan cengiran khas-nya.
“ Aishiteru (aku mencintai mu), Milo .. ” Ucap Camus sembari mengecup bibir Milo singkat.

...END FLASHBACK ON...

“ Oi .. Milo, tumben kamu mampir ke kuil ku ” Sapa pemuda berambut coklat ikal sembari menghampiri Milo.
“ .... ” Namun tidak ada jawaban dari Milo.
“ Milo ... ” Panggil pemuda itu lagi sembari menyentuh bahu sang saint scorpio tersebut.
Tiba – tiba saja bahu Milo bergetar, dan suara isak tangis mulai terdengar.
“ Hiks ... hiks ... Lia, kenapa hal ini harus terjadi padaku .. ” Sebuah pertanyaan meluncur dari bibir Milo.
Ragu, itu yang di fikirkan oleh pemuda bernama Aiolia tersebut saat mendekap pemuda yang berada di hadapannya.
“ Sudahlah, hal seperti itu tidah usah di fikirkan lagi ” Ucapnya sembari membelai helaian rambut biru ikal Milo.
“ T-tapi .. ” Ucap Milo terpotong.
“ Hey .. kamu tidak mau membuat Camus di sana sedih kan, Milo ? ” Tanya Aiolia sembari melepaskan dekapannya.
Pemuda di hadapannya itu hanya mengangguk kecil.
“ Bagus lah .. kalau begitu jangan menangis lagi ya, tidak enak tahu kalau melihat seorang Scorpio Milo menangis seperti ini ” Hibur Aiolia sembari menghapus air mata yang mengalir di kedua pipi Milo.
“ Benar kah ? ” Tanya Milo lirih.
“ Ya, tentu .. ” Jawab Aiolia singkat, sebuah senyuman hangat terlukis di bibirnya.
Tanpa sadar Aiolia memajukan wajahnya mendekati wajah Milo, membuat wajah pemuda berambut biru ikal di hadapannya  itu memerah.
“ Uhuk .. ” Tiba – tiba saja sebuah suara menghentikan kegiatan mereka.
“ Sepertinya aku mengganggu .. ” Ucap pemuda berambut pirang panjang itu sembari berjalan mendekat ke arah mereka ber-2.
“ S-Shaka .. ” Buru – buru mereka ber-2 menjauhkan wajah mereka satu sama lain.

Sulit untuk ku bisa, sangat sulit ku tak bisa....
Memisahkan segala, cinta dan benci yang ku rasa....

“ Ng-ngapain kamu ke sini ? ” Tanya Aiolia gelagapan, semburat merah menghiasi kedua pipinya.
“ Memangnya tidak boleh .. ?
Lagi pula saya hanya numpang lewat saja kok ” Kata Shaka dengan wajah datar.
“ Oww ... ” Ucap Aiolia singkat.
“ Ngomong – ngomong Milo, tadi kamu di cari Kanon ” Tutur Shaka dan sukses membuat raut wajah Milo kembali suram.
“ Kanon .. ” Ucap Milo lirih.
“ Memangnya ada perlu apa Kanon sampai mencari Milo, Shaka ? ” Tanya Aiolia bingung, lantaran ia tidak mengerti jalan fikiran sahabatnya yang satu ini.
“ Entah lah, tadi ia hanya bilang itu saja pada saya ” Jawab Shaka singkat.
“ Ya sudah, saya kembali dulu ke kuil saya ... kalau ada berita penting, tolong kabari saya ya ” Ucap Shaka sembari melangkah kan kakinya keluar dari kuil Leo.

Sulit untuk ku bisa, sangat sulit ku tak bisa....
Memisahkan segala, cinta dan benci yang ku rasa....

“ Milo .. ” Ucap Kanon lirih.
Hati-nya selalu sakit apabila melihat Milo selalu berduaan dengan Camus.
Apa lagi ketika ia mendengar kabar bahwa Camus telah menyatakan perasaannya kepada Milo, dan menjadi sepasang kekasih.
Hati-nya terasa hancur berkeping – keping ketika mendengar berita itu dari para gold saint yang lain.
Entah hal apa yang harus ia lakukan untuk bisa melupakan pemuda berambut biru ikal itu.
Mungkin kah ia harus mengubur perasaannya ini dalam – dalam dan membiar kan orang yang dicintainya menjalin kasih dengan orang lain selain dirinya ..?
Entah lah, ia sendiri juga tidak tahu akan pilihan tersebut.
Namun dari hati kecilnya, ia benar – benar menolak pilihan itu.
Seakan ia tidak rela melepaskan pemuda berambut biru ikal tersebut.
Apakah salah jika ia memendam perasaannya ini sendirian ?
“ Kanon .. ” Sebuah suara sukses membuyar kan lamunan Kanon.
“ M – Milo  .. ” Ucap Kanon tidak percaya, lantaran pemuda yang selama ini di cintainya telah berada di hadapannya sekarang.
Sungguh aku tak bisa, sampai kapan pun tak bisa....
Membenci diri mu, sesungguhnya aku tak mampu....
“ Kenapa kau kesini ? ” Tanya Kanon singkat.
 “ Maaf, tadi aku telah membentak mu ” Ucap Milo sembari menundukkan kepalanya, menyembunyikan ke-dua iris emerald yang ia miliki.
“ Sudah lah, tidak usah difikirkan lagi .. lagi pula itu bukan sepenuhnya salah mu kok ” Balas Kanon, berusaha tersenyum pada pemuda yang berada dihadapannya.
“ Boleh aku duduk disebelah mu, Kanon ? ” Ucap Milo sedikit canggung.
“ Tentu ... ”Balas Kanon sembari menggeser posisi duduknya, mempersilahkan pemuda berambut biru ikal itu untuk duduk disebelahnya.
Hening untuk beberapa saat.
Sampai ....
“ Jadi .. hal apa yang ingin kau bicarakan padaku, Milo ? ” Tanya Kanon tanpa basa – basi.
“ Kanon, sejujurnya aku menyukaimu .. tapi aku terlalu takut untuk mengungkap perasaan ini kepada mu, aku takut kalau perasaanku ini hanya bertebuk sebelah tangan .. apakah kau juga memiliki perasaan yang sama sepertiku, Kanon ? ” Ucap Milo masih dengan wajah tertunduk, ia tidak berani melihat ekspresi Kanon ketika ia mengatakan hal ini.
Sedikit kaget memang untuk Kanon mendengar perkataan yang dilontarkan Milo barusan.
Namun sedetik kemudian hal itu sukses membuat pemuda berambut hijau ikal tersenyum hangat.
Ditatapnya wajah pemuda disebelahnya dengan lembut.
“ Ya ” Balas Kanon sembari menggenggam kedua tangan pemuda berambut biru ikal tersebut.
 “ Aku juga menyukai mu, Milo. Aishiteru ” Lanjut Kanon sembari mendekap pemuda berambut biru yang berada dihadapannya.
“ Kanon .. ” Ucap Milo lirih sembari mempererat pelukannya, seakan hal itu sudah cukup untuk mengisi kekosongan yang ada di dalam hatinya.

Sungguh aku tak bisa, sampai kapan pun tak bisa....
Memisahkan segala, cinta dan benci yang ku rasa....

 ‘ Camus, maaf kan aku.. ’
‘ Mungkin aku bukan yang terbaik untuk mu ’
‘ Tapi apa daya, aku tak sanggup lagi menjaga perasaain ini sendirian ’
‘ Di sini, tanpa kehadiran mu ’
‘ Namun, kau akan tetap menjadi sahabat terbaik ku, keluarga ku dan juga cinta sejati ku. ’
‘ Selama-nya, hingga akhir waktu ’
‘ Selamat jalan Camus, Ami Jet’aime* ’

000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000

( *Ami Jet’aime = aku menyayangimu ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar